Part 24

1063 Words

“Bisakah kau menyiapkan sarapan untukku?” Liam memecah keheningan yang begitu memekati udara di antara mereka. Dengan nada suara yang diatur sedatar dan setenang mungkin. Mengabaikan luka yang menggores wajah Lana. Lana terdiam. Tetapi raut penolakan di wajahnya begitu kuat. Di tengah-tengah perdebatan yang begitu serius seperti ini dan sempat-sempatnya Liam meminta hal semacam itu darinya. “Lakukanlah, Lana. Mulai sekarang terbiasalah kau bersikap menjadi istri yang baik dan patuh untukku. Hanya itu satu-satunya hal yang kau miliki saat ini.” “Aku tak punya alasan untuk menurutimu meski hanya itu pilihan yang kumiliki, Liam.” Bibir Lana menipis tajam. “Atau …” “Atau apa?” sambar Lana dengan cepat. Tatapan Liam melucuti Lana dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dengan ketajaman yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD