Mengambil Hati

1059 Words

Ganda’s POV Sejak tadi Nada hanya diam, niat hati ingin bercanda, tapi malah menambah kekesalannya. Tadi Nada hampir menangis saat aku bilang kalau aku sudah melihat bagian terdalam tubuhnya. Aku cepat mengoreksi kalau aku hanya bercanda dan mengatakan yang sejujurnya. Dia sampai menghubungi Mama untuk memastikan kalau selama ini benar Mama yang mengurus pakaiannya. Dia tak terima kalau aku mencuri start lebih dulu, bagaimana kalau dia tahu dengan lancang aku telah mengecup bibirnya, habislah aku. “Nada, maaf—” “Tidak lucu!” Aku meraih sebelah tangannya, membawa ke pangkuanku. Saat ini kami sedang berada di lampu merah. “Maaf—” “Iya … iya … dimaafin!” ketusnya. Dia menarik paksa tangannya dan menghindar saat aku hendak mengelus puncak kepalanya. Sejak bangun dari koma, sikapnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD