Partner--Kesepakatan Untuk Hidup Bersama

1621 Words

Dengan santai Hamish berlalu dari sana, menyentuh bibirnya dan tersenyum puas. Sementara Lea terdiam, mengapa dia selalu kalah setiap kali Hamish sudah mulai membungkam dengan ciumannya? Tangannya mengepal, tidak terima dan dia merasa akan terjebak dengan Hamish dalam waktu yang tak sebentar. Lea mengatur napas, berulang kali mengambil napas dalam-dalam. Dia memilih pergi ke kamarnya. Memikirkan semua kalimat Hamish, sampai ponselnya berdering dan panggilan masuk dari Papa. Lea segera menjawabnya, firasatnya tak baik, “Pa—” “Papa lihat apa yang kalian lakukan di ruang penthouse kita. Apa sebaiknya Papa tidak perlu akses CCTV di sana lagi?” Lea mematung, kalimat papa menjawab semua yang dikatakan Hamish tadi. ‘Astaga, ya Tuhan! Bagaimana aku bisa lupa jika di area ruang tengah it

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD