Share:

PESONA JANDA MUDA

READING AGE 18+

NURITA NewAdult

22744 reads

WARNING!!!

JAUHKAN DIRI DARI SEMUA BENDA PECAH BELAH DI SEKITAR KALIAN SEBELUM MEMBACA CERITA INI.

SIAP-SIAP!

Author akan mengajak emosi kalian semua memuncak di gunung Everest.

******

Di antara rasa lelah dan dahaganya, Arabella masih setia menunggui antrian seorang diri untuk memeriksakan kandungannya yang saat ini berusia 6 bulan. Hari ini ia terpaksa mengunjungi dokter lain karena dokter l*******n biasanya pergi keluar negeri dan David yang merupakan suami Arabella tidak bisa mengantarnya karena ada urusan di kantornya.

Rasa dahaga menyerang Arabella namun ia tak bisa meninggalkan kursinya karena takut namanya di panggil selagi dia pergi keluar. Di tatapnya semua ibu hamil yang sedang menunggu antrian juga, semuanya di temani oleh suaminya yang siap siaga. Membuat Arabella semakin iri namun ia hanya bisa menghembuskan nafas dalam.

Tiba-tiba jantung Arabella berdegup kencang, Arabella tak percaya dengan apa yang saat ini ada di hadapannya. Seorang muda-mudi yang baru saja keluar dari ruang priksa kehamilan adalah David dan Kayla yang perutnya sudah membesar.

'Apa yang mereka lakukan di sini? Bukankah David bilang padaku kalau dia sedang sibuk bekerja dan bukankah orang tuaku telah mengkuliahkan Kayla di Singapura sedari 3 bulan yang lalu?' Gumam Arabella penuh tanda tanya sambil perlahan berdiri dari tempat duduknya.

David dan Kaylapun tak kalah terkejudnya melihat Arabella berdiri di hadapan mereka. Untuk beberapa menit lamanya mereka saling bertatap-tatapan di ruang antrian periksa kandungan rumah sakit tanpa mengeluarkan sepatah katapun dari mulut mereka masing-masing.

Unfold

Tags: arranged marriagesensitivedramatragedybxgbrilliantcitywidow/widower
Latest Updated
AKHIR YANG SEMPURNA

3 tahun kemudian,

"Edwin!" Teriak Arabella kepada suaminya.

Edwin yang sedang mencuci piring berlari kecil dan menghampiri Arabella yang sedang berdiri di depan pintu masuk.

"Ada apa, Sayang?!" Ucap Edwin hati-hati.

Bruk! Arabella menendang tumpukan payung di sebelah kirinya.

"Cepa……

Comment

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.