Bab 23. permintaan maaf Bryan

1217 Kata

Adam dan Naira tertawa lucu ternyata rumah mereka itu sejajar dan takdir benar-benar aneh sekali namun tidak bisa di pungkiri jika mereka senang dengan kenyataan yang baru mereka ketahui saat ini. “Kok aku ga pernah ketemu sama kamu sebelumnya?” Naira melontarkan pertanyaan setelah tawanya mereda “Mungkin karena rumah kamu letaknya di sudut hujung Nai” Jawab Adam dan Naira sekedar mengangguk kecil mengiyakan omongan Adam Sebagai tetangga ternyata mereka baru saja kenal. Naira akhirnya melangkah keluar dari mobil Adam dan mulai masuk ke dalam rumah setelah mengucapkan terima kasih pada Adam “Non!!!!.. Non Naira sudah pulang toh.. Bik Inem bahagia sekali menyambut kedatangan nona mudanya itu dan mencium pipi kiri dan kanannya dengan gemes “Mbok!!.. aku kangen sekali sama Mbok Inem” Nair

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN