Pukul 7.00pm Bel di pabrik telah berbunyi, tanda jika waktu lembur yang hanya sampai jam tujuh malam sudah selesai. Beberapa karyawan yang dari beberapa menit lalu sudah berberes, gegas keluar untuk pulang. Namun, ada beberapa karyawan yang tetap bekerja menyelesaikan kerjaannya yang tinggal sedikit. Termasuk Tata yang masih menginjak mesin karna besok pagi dia pasti datang mepet waktu. “Ta, nggak mau pulang?” Yuli sudah mengambil ponsel, mengusap-usap layarnya untuk mengecek chat yang masuk. “Kurang tiga, mbak,” jawab Tata tanpa beralih dari mesin. “Yaudah, aku duluan ya. Mas Nuklir udah jemput.” pamitnya. “Hu’um,” sahut Tata, melirik temannya yang sudah lama selalu pegang di mesin sampingnya. Tata mendesah, menjatuhkan punggungnya ke sandaran kursi belakang. Dia merogoh hape dari s