Layla menopang dagu melihat satu persatu orang di samping nya, dan berhenti tepat di Leo. Boleh tidak Leo pergi sekarang, kalo perlu ia akan puasa untuk malam ini agar tak merasakan perasaan ini lagi ketika di tatap wanita di depan nya. "Jadi seperti itu, semua menjadi musuhku sekarang." Celetukan Layla menghentikan suapan mereka, kemudian menoleh menatap ke arah nya. "Hanya ingin mengatakan nya saja." Ucap nya mengedikkan bahu dan kembali menyuap. Helena merasa tak enak hati pun mengungkapkan permintaan maaf nya. "Nak, kami minta maaf sudah… " "Tak apa... pantas saja aku tak laku-laku, ternyata keluargaku sendiri yang mendoakan seperti itu." "Ck, itu sih karena mu… " Semua menatap Maria tajam. "Hehe, maaf." ucap nya segera menyelesaikan makan malam nya. Merasa hawa semakin mencek