“PAUUUUUUUUL!” Ketika Paul bersama Cherry tengah berjalan pelan di tepian jalan raya, untuk pulang menuju hotel, langkahnya tiba-tiba terhenti saat mendengar jeritan seorang perempuan yang memanggil namanya dari belakang. Cherry juga ikut menoleh ke belakang, mencari sosok yang barusan memanggil-manggil mentornya. “Paul, sepertinya Cherry mendengar suara Refana! Itu jelas suara Refana! Tapi di mana dia?” Cherry menyipitkan matanya, menelusuri jauh lebih dalam lagi ke belakang, dan tertampaklah titik kecil yang sedang bergerak mendatangi mereka. “Waaaah! Paul! Paul! Itu Refana! Dia sedang berlari kemari! Dia mengejar kita!” Cherry jadi kegirangan sendiri. “Paul! Apa kita lari saja!? Sepertinya seru kalau kita main kejar-kejaran dengan Refana! Hihihihihi!” “Bodoh!” timpal Paul dengan sebu