Bab 2 Monica datang untuk mengaku

1010 Words
Vanya tampak terkejut, ketika mendengar pertanyaan dari Erika. "Loh kok gak dijawab?" tanya Erika, dengan menatap penuh menelisik. "Oh iya, maaf kemarin aku pulang sampai larut malam, kamu mungkin sudah tertidur," jawabnya berbohong dengan disertai wajah yang sudah mulai gugup. "Oh ya sudahlah, but the away kamu nanti kerja jam berapa?" tanya Erika Vanya langsung terdiam seketika, sejak kejadian kemarin, Vanya sepertinya enggan untuk kembali bekerja disana. kembali Erika menatap wajah Vanya dengan tatapan sedikit curiga dengan perubahan sikapnya yang tak seperti biasanya. "Kamu kenapa? kok hari ini kamu terlihat sangat aneh," tegur Erika menatap curiga. Vanya langsung terkejut dengan ucapan Erika. "Aneh bagaimana? biasa saja kok, kamu saja yang melihatku aneh," elak Vanya dengan tersenyum bahagia. Erika hanya tersenyum kecut, ketika melihat wajah Vanya yang terkesan seperti menybunyikan sesuatu darinya. "Ohya, kamu nanti berangkat kerja jm berapa?" tanya Erika menatap wajah Vanya. "Sepertinya aku tidak skan masuk bekerja hari ini, Erika," jawabnya dengan nada mulai melemah. "Kenapa? kamu baik-baik saja, kan?" tanya Erika dengan wajah cemas "Aku sedikit tidak enak badan," jawabnya dengan tertunduk lesu. Erika lalu menempelkan punggung tangannya ke arah dahi Vanya. "Kamu sesikit demam, aku antar ke Klinik ya," tawar Erika kepada Vanya. Vanya langsung menggeleng dengan cepat. "Tidak usah, alu hanya tidak enak nadan saja, nanti juga akan sembuh kalau sudah istirahat sebentar," jawabnya dengan tersenyum tipis. "Ya sudah, kamu istirahat saja, aku tinggal dulu sebentar nanti," titah Erika kepada Vanya. Vanya langsung berdiri dan kini mulai berjalan menuju ke arah kamarnya. terlihat saat itu, jalan Vanya terlihat lain dari biasanya. "Kenapa jalan Vanya terlihat sangat lain dari biasanya?" monolog Erika dalam hati. karena tek ingin berpikiran buruk tentang sahabatnya, Erika lalu menepiskan pikiran buruknya tentang Vanya. *"""***"*** Sementara itu, Di kamar Hotel, terlihat seorang wanita yang kini datang menemui Arjun, yang hendak memeberikan sebagian bayarannya, karena kemarin dirinya tak bisa melayani Arjun. "Ini uang Pak Arjun, maaf saya hanya mengambil setengah hak saya, dan setengahnya saya kembalikan, Karena kemarin malam saya tidak bisa melayani Bapak, karena saya harus pulang," kelas Monica, wanita bayaran yang di pesan oleh Arjun untuk menemani dirinya bersenang-senang di atas ranjang. "Jadi kamu bukan orang yang kemarin tidur dengan saya?" tanya Arjun dengan tatapan penuh menelisik. "Bukan Pak, mana mungkin saya berani berbohong dengan Bapak," jawab Monica dengan wajah bingung. Arjun cukup terkejut dengan pengakuan Monica saat ini, jika bukan dia wanita yang kemarin dia tiduri, lalu siapa wanita yang dia tiduri saat itu? kembali Arjun bertanya dalam hatinya. tak selang beberapa lama kemudian, Asisten Arjun mengetuk pintu Kamarnya. tok. tok ...tok... "Masuk!" jawab Arjun dari dalam kamarnya. Ceklek.. seorang lelaki muda telah membuka pintunya dan membawa sebuah flashdisk dan juga laptop untuk Arjun. "Bagaimana, apa kau sudah memeriksa CCTV di lorong kamar Hotel ini?" tanya Arjun kepada Asistennya. "Sudah Tuan, ini ada copyan CCTV dari pihak management hotel." terangnya dengan memberikan flashdisk itu kepada Arjun. Tak selang beberapa lama kemudian, Arjun meminta Monica untuk pergi dari kamar hotelnya. "Kamu bisa keluar sekarang Monica," titah Arjun kepada Monica. "Baik Pak, maaf atas kejadian kemarin malam," Jawabnya dengan nada penuh penyesalan. "Hmm," jawab Arjun dengan bergumam. saat itulah Monica langsung keluar dari dalam kamar Arjun. segera Arjun membuka laptopnya dan kini mulai membuka Flashdisk yang tadi digunakan untuk mengcopy video CCTV ynag diminta Arjun sebelumnya. dengan cepat, Arjun membuka flashdisk tersebut dan memutar Video CCTV yang saat itu, camera CCTV menyorot ke arah dirinya dan juga seorang wanita muda. karena sudah malam, wajah wanita itupun tak terlihat jelas olehnya, tapi sedikit memiliki petunjuk, ketika wanita tersebut memakai sebuah seragam kerja yang tak lain adalah seragam waiters yang ada di sebuah Club malam, dimana Arjun kemarin menenggak minuman keras hingga mabuk di sana. "Tio, kau cari siapa pemilik identitas ini, sepertinya dia bekerja di club malam kemarin," jelas Arjun kepada asistennya. "Baik Tuan, saya akan kesana sekarang," jawabnya lalu segera meninggalkan Arjun. terlihat raut wajahnya kini penuh dengan penyesalan, karena sudah meniduri wanita yang salah malam itu. "Siapapun dirimu, aku meminta maaf atas segala yang aku lakukan kepadamu, maafkan aku sudah mengambil kesucianmu," monolog Arjun dalam hati. sejak adanya peristiwa yang terjadi antara Arjun dengan wanita itu, terlihat Arjun berusaha keras untuk meencari tau keberadaan sang wanita misterius itu. sementar itu, Tio yang saat itu ditugaskan oleh Arjun untuk mencari tau keberadaan Vanya, kini dirinya sudah tiba di sebuah Club malam yang masih tertutup itu. saat itu, Tio meminta security, untuk memberikan nomer telpon sang manager Club malam tersebut. Dengan perundingan yang alot, akhirnya nomer telpon sang manager, berhasil dia dapatkan, setelah sebelumnya sedikit bertengkar dengan sang Security. Tio lalu menghubungi sang manager untuk berbicara sesuatu saat itu. *** Malam harinya, Erika terlihat sedang berpamitan dengan Vanya, untuk pergi bekerja. "Aku kerja dulu ya," pamit Erika setelah mengompres Vanya yang sedang demam. "Iya, silahkan Ka, tolong sampaikan kepada apak Eric kaau hari ini aku libur dulu, lagi demam," Vanya menitipkan pesan ijin untuk libur bekerja kepada Pak Eric. "Kau jangan khawatir, aku akan mengatakan itu kepada Pak Eric," jawab Vanya dengan tersenyum. setelah merawat Vanya, kini Erika langsung pergi meninggalkan kontrakan kecil, menuju ke tempat kerjanya. beberapa menit kemudian, Erikapun telah sampai di sebuah club malam tersebut. Erika lalu bergegas melayani para tamu yang saat itu tengah memesan minuman kepada Erika. saat itu terlihat Tio dan Arjun berjalan masuk ke dalam Club malam tersebut. Tio lalu memperkenalkan Eric sang Manager Club malam kepada Arjun "Pak Eric, perkenalkan ini adalah Tuan Arjun Aktor pemain Film layar lebar dan seorang influencer," Tio Memperkenalkan kepada Eric. "Eric," ucap lelaki itu dnegan menjabat tangan Arjun. "Arjun," jawabnya dengan menerima ukuran tangan dari Eric. keduanya langsung duduk di Sofa, saat itu Arjun memberikan sebuah kartu identitas karyawan kepada Eric. "Apa Bapak mengenali siapa pemilik identitas ini?" tanya Tio Eric lalu menerima kartu identitas tersebut dari Arjun, lalu melihat nama dan Photo, yang tertera di kartu identitas tersebut. "Iya Tuan, saya mengenali siapa pemilik kartu identitas ini," jawabnya dengan tegas "Apa dia karyawanmu?" tanya Arjun dengan tatapan penuh menelisik. "Iya Tuan, dia adalah karyawan di Club malam ini," jawab Eric "Bisakah kau mempertemukan aku dengan wanita itu?" bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD