Mereka sampai di warung jagung bakar. Zia di dalam mobil saja, Risman keluar mengambil belanjaan. "Sudah, Paman?" Tanya Risman kepada penjual dagangan yang mempersiapkan barang milik Risman. "Iya, sudah semua. Jual semuanya dan terima kasih." Paman itu menyerahkan semua belanjaan Risman, dan mengucapkan terima kasih. "Iya, Paman. Tukar dan terima kasih." Risman mengambil semua belanjaan, lalu dimasukkan ke dalam mobil, lewat pintu belakang. Kemudian Risman masuk lagi ke dalam mobil lewat pintu depan. Kemudian membawa mobil melaju pulang ke rumah. Risman menoleh kepada Zia. Zia bersandar dengan mata terpejam, itu artinya Zia memang merasa lelah. Hal inilah yang dikhawatirkan Risman menolak Zia naik motor. Tapi karena Zia yakin tidak apa-apa, jadi Risman mengizinkannya. Alhasil Zia benar