Amarah yang Meledak-ledak

1106 Kata

Guratan senyum masam nampak di bibir Jesicca. Jadi, inilah alasannya, Aaron sulit sekali untuk dihubungi? Karena sibuk dengan wanita lain? Ternyata, orang yang terlihat kalem itu, mudah sekali tergoda. Kenapa juga, ia harus menikah dengan lelaki macam begitu?? Ingin rasanya membanting ponselnya saja. Tapi, ia harus menguatkan dan menguasai diri. Tidak boleh gegabah. Merusak benda miliknya, hanya karena orang-orang seperti mereka. "Munafik!" gumam Jesicca geram. Sore menjelang petang. Pekerjaan pun selesai dilakukan. Aaron yang diajak Rainer untuk makan lebih dulu. Lebih memilih untuk langsung kembali ke tempat penginapan saja. Ia harus mengisi daya ponselnya. Karena sudah terlalu lama tidak menyala. Charger handphone sudah Aaron dapatkan dari kamar Rainer dan ia pun sudah kembali ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN