Bab 49. Luna Kumat Cemburu

1549 Kata

"Hei!" Renata menyapa Luna lagi. "Ah, hai," sapa Luna. Ia menelan keras ketika Renata mendongak pada Dimas dan memamerkan senyuman lebar. "Tunangan kamu pemalu kayaknya, Kak. Namanya Luna?" tanya Renata pada Dimas. Dimas mengangguk. "Ya, ini Luna. Maaf, dia baru bangun tidur dan abis kena benturan." Dimas melepaskan tangannya dari Renata lalu duduk di sisi ranjang Luna. "Kamu nggak apa-apa?" Luna menoleh pada Dimas lalu menatap Renata yang kini duduk di kursi kecil. "Ya. Hai, maaf. Aku agak pusing, Kak. Nama aku Luna. Salam kenal." "Ya, salam kenal. Kamu imut banget. Kamu beneran tunangan kak Dimas?" tanya Renata dengan maksud menggoda. Dimas menendang kaki adiknya dengan kesal. "Kami udah tunangan. Harusnya kamu kasih selamat ke kami. Nggak usah ngeledek." Renata tertawa hingga ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN