Lukas sudah tiba di toko bunga sejak lima menit yang lalu, seperti yang dia janjikan kalau dia akan membawa Yuna itu ke psikolog siang ini. Tapi sepertinya wanita itu masih tetap pada penolakannya tadi pagi. Lukas mendekati Yuna. "Yuna..." "Tidak mau..." potong Yuna cepat. Yuna merasa dia tidak butuh psikolog saat ini. "Aku sudah membuat janji dengan psikolog-nya." "Aku masih bisa mengatasinya. Fobia ku tidak parah.." Tolak Yuna halus. Lukas mengusap wajahnya sedikit kasar. Yuna benar-benar keras kepala. "Kita kunjungi dulu, psikolog-nya, kalau psikolog bilang kamu tidak perlu terapi, aku tidak akan memaksa lagi," bujuk Lukas. Yuna menatap Lukas lama, memikirkan perkataan Lukas . Jika Yuna menurutinya, dan ternyata jika dia tidak pelu mendapatkan perawatan, dia bisa terbebas dari p