Day 53: Kundalini

1414 Kata

Imdad mengantar Chandni kembali ke Sanggar Mohabbatein hingga ke depan pintu belakang sanggar. Masih duduk di atas kuda, Imdad mengusap rambut Chandni, lalu mengusap pipinya yang memerah karena malu. “Istirahat dan tidurlah yang nyenyak. Besok kita akan latihan lagi,” ujar Imdad. Gadis itu mengangguk. Imdad menarik dagu Chandni dan mencondongkan tubuhnya untuk mengecup bibir Chandni. Niatnya kecupan ringan saja, tetapi Imdad menyesap bibir ranum itu semakin dalam dan kuat. Chandni mendorong d**a Imdad agar menghentikan ciumannya. “Ada Paman Akash dan Bibi Sarasvati mengintip, Tuan,” gumam Chandni tersipu. Dia melihat aura mereka menempel di balik pintu belakang. “Ah, ya. Hmm, hmm!” Imdad membersihkan tenggorokannya dan menoleh ke arah lain untuk menepis rasa malunya. “Aku akan pulang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN