When you visit our website, if you give your consent, we will use cookies to allow us to collect data for aggregated statistics to improve our service and remember your choice for future visits. Cookie Policy & Privacy Policy
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Your cookies settings
Strictly cookie settingsAlways Active
ic_arrow_left
Story By JARI KECIL
JARI KECIL
0FOLLOWER
42READ
ABOUTquote
Aku hanyalah segelintir awan kecil yang mengitari bumi ini! Mungkin tak terbias namun dapat diresapi.
SINOPSIS
Alic seorang gadis yang terjebak dalam sebuah rasa ingin tahu yang besar terhadap senior yang ada di kampus. Berusaha mati-matian mencari tahu sosok seperti apa seniornya itu. Sosok senior yang dikaguminya itu bernama David. Bersama teman-temannya yakni Zahra, Aldo, Yoga dan Satya, dia memulai kisahnya. Ketika semua sudah dilalui, Alic mengalami sebuah dilema antara perasaan atau rasa keinginan tahuan terhadap David. Silih berganti konflik terus saja terjadi. Dia bersama teman-temannya mengalami berbagai konflik kehidupan. Terkadang dia harus terjatuh dan bangkit lagi. Tangisan dan air mata menyelimuti dengan secercah harapan ada kebahagian dimasa yang akan datang. Hari demi hari telah dilalui sampai suatu ketika ia bertemu dengan sosok pria lain bernama Richard yang menjadi sahabat barunya. Namun, ditengah-tengah perjalanan dia mengalami sebuah pengkhianatan yang luar biasa yang membuat dirinya begitu terpuruk, seakan-akan dunia tidak berpihak kepadanya lagi. Hari-hari sulit itu ia lalui dalam ketakutan. Takut akan semua hal. Dia hanya mengurung dirinya dikamar. Sampai semua orang mempertanyakan tentang keadaannya. Pada masa-masa sulit itu ada seorang pria yang selalu ada menemani. Mengerti akan semua keadaan. Begitu juga dengan teman-temannya yang selalu ada buat dia.
Dalam kehidupannya, Alic selalu mendambakan cinta sejati. Dimana suatu ketika ia ingin menghabiskan sisa hidup bersama orang yang ia cintai. Menghabiskan masa-masa tua bersama. Namun, roda terus berputar, mengiringi setiap langkah yang ia jalani. Pahit-manis kehidupan harus ia rasakan. Demi secercah harapan yang selalu ia dambakan. Dia juga harus mengobati luka-luka yang ada dihatinya. Luka yang tergores akibat lika-liku kehidupan. Dipenghujung waktu dia harus melihat seseorang yang dicintainya terbaring tak berdaya. Menentang maut yang akan mengambil nyawanya. Tubuh itu lemah tak berdaya, seakan-akan hanya raganya saja lagi yang tertinggal merengkuh dunia. Kenyataan tetaplah sebuah kenyataan, Alic harus menerima takdirnya itu.