Damn You!

2102 Words

Sebenarnya aku sedang bertarung ketika tahu Kai sedang sibuk dengan schedule yang padat tetap memaksa dia bertemu. Dulu meski aku merengek sekali pun, Kai tidak bisa penuhi keinginanku hanya untuk lunch. Waktu itu aku tidak bersikeras, mengalah, berusaha mengerti bahwa posisinya di perusahaan Lais memang penting. Maka bila sekarang Kai tidak datang, aku sudah terbiasa. Duduk santai, pilih menempati meja dekat jendela selalu jadi pilihanku sambil sejak tadi berbalas email dengan Abbas. Komunikasi kami berjalan sangat baik, hampir setiap hari berbalas pesan. Abbas bilang kalau rekan-rekan kerja di Amsterdam merindukan diriku. Perbedaan waktu Jakarta lebih cepat enam jam, membuat di Amsterdam saat ini masih jam enam pagi. Aku baru bangun, setelah kamu pulang ke Indonesia, aku kehilangan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD