3

1599 Words
Hari ini, keluarga Falisha akan berangkat menuju ke Jakarta. Disana nanti mereka akan menginap di rumah Rangga yang ada di Jakarta. Rangga memanglah memiliki banyak sekali rumah atau villa yang tersebar di seluruh indonesia. Bahkan ia juga memiliki beberapa resort dan hotel yang ada di Indonesia ini. Kekayaan dari Rangga ataupun keluarga Falisha memang tidak main-main. Berbagai macam alasan sudah di keluarkan oleh Ishana yang sangat malas untuk pergi ke Jakarta. Ia benar-benar malas jika akhirnya harus seperti ini yaitu ia yang dikorbankan dan ia yang menanggung beban dengan perjodohan sekaligus pernikahan yang akan ia lalui tersebut. Ia sangat pusing sekali memikirkan hal tersebut pada saat ini. Karena jika ia pergi, maka pernikahan itu akan terjadi. "Opa, kayaknya perut Ishana sakit banget deh. Mampir bentar ke toilet deh ya Opa" ujar Ishana ketika mereka sudah berada di perjalanan menuju ke Jakarta. "Ishana, ini sudah alasan ke 19 kamu. 1 alasan lagi, kamu nikah besok ya" ujar Rangga yang langsung membuat Ishana diam tanpa kata sampai pada akhirnya mereka pun berangkat menuju ke Jakarta. Di jalan, Ishana hanya diam saja karena ia tentunya tidak mau jika ia akan dinikahkan besok pagi. Tidak akan mau dan tidak akan terima. Dan saat ini mereka semua pun sudah berada di Jakarta. Mereka sampai di Jakarta pukul 1 siang. Saat sampai, mereka langsung istirahat di rumah Rangga yang berada di Jakarta. Ishana masih diam saja, sampai suatu pesan di handphonenya membuat ia ingin menangis. Pesan yang ia lihat dari pujaan hatinya yang merupakan alasan mengapa ia sangat semangat sekali untuk berkuliah di Jakarta, yaitu Dana, pacarnya. From: BabyDana •Sayang, kamu udah sampe Jakarta ya? Aku liat di aplikasi findme kamu udah sampe. Ketemuan yuuu aku kangen banget sama kamu. Nanti ketemu ya sayang. I love you. Ishana pun masuk ke kamar Anjani yang juga merupakan kamarnya hari ini. Rencananya, Ishana akan bertemu dengan Dana dengan alasan ingin pergi bersama Anjani. "Jani huaaaa" ujar Ishana sembari menangis. "Eh eh lo kenapa Shan? Lo beneran sakit atau gimana?" tanya Anjani dengan khawatir. "Tolongin gua ya Jan" ujar Ishana. "Iya iya lo berhenti dong nangisnya" jawab Anjani. "Gua mau ketemu Dana, lo ikut ya buat alesan. Sama Bang Dimas juga kok" ujar Ishana dengan memohon. "Lah kenapa ngajak gua Shan?" tanya Anjani dengan bingung. "Ya kalo cuman gua sama Bang Dimas, ntar ga di boleh in sama Opa. Lo tau sendiri kan Opa ga percaya sama gua. Kalo sama Bang Dimas sih percaya, tapi kalo dia pergi sendiri. Kalo Bang Dimas perginya sama gua Opa langsung ga percaya" ujar Ishana menjelaskan. "Please ya Jani Please, Ayo dong please kalo ga hari ini gua kayaknya ga ada kesempatan lagi deh buat ketemu lagi sama Dana. Please Jani" ujar Ishana dengan memohon. "Yaudah deh iya. Tapi apa dong alesannya?" tanya Anjani. "Bilang aja kalo baju lo yang buat makan malam nanti malam ketinggalan. Terus nanti gua bantu make up gua ketinggalan biar kita bisa keluar bareng gitu" ujar Ishana. "Yaudah deh. Siap-siap deh lo" jawab Anjani. Anjani dan Ishana pun ber siap-siap. Sebelumnya, Ishana sudah bilang kepada Dimas, kakaknya untuk menemani dia dan Anjani ke Mall Mega. Ishana pun juga sudah janjian dengan Dana untuk bertemu disana. Setelah semuanya siap, Anjani, Ishana, dan Dimas pun turun ke bawah mendekati keluarganya. "Kalian mau kemana kok sudah rapi-rapi begitu?" tanya Rangga. "Opa kita mau ke Mall" ujar Ishana. "Ngapain? Ini udah jam setengah 2 loh" ujar Hanum, Mama Ishana. "Make up Ishana ketinggalan. Masa nanti malem Shana ga makeup an" ujar Ishana. "Nanti pinjem punya mama atau punya Anjani aja" ujar Hanum. "Ya shadenya beda dong Mah. Lagian juga Anjani mau beli apa itu tadi" ujar Ishana yang langsung melirik Anjani. "Jani mau beli dress Opa, dress Jani ketinggalan di Bandung. Kalo Opa ga ngizinin ga papa. Tapi nanti Jani ga ikut makan malam ya Opa" ujar Anjani  yang awalnya mendapatkan delikan dari Ishana, tapi akhirnya mendapatkan senyum dari Ishana. "Kamu harus ikut dong Jani, ya sudah. Opa izinkan kalian. Dimas kamu saja yang menyetir. Hati-hati ya" ujar Rangga. Tentunya hal itu membuat Ishana sangat bahagia. Mereka bertiga pun pergi dari rumah menuju ke Mall Mega. Di mobil, Ishana tak berhenti-hentinya berterimakasih kepada Ishana yang mampu meluluhkan hati Opa. Mungkin tanpa Ishana, pertemuan antara Ishana dan Dana tidak akan terlaksana. Pada pukul 2, akhirnya mereka pun sampai juga di Mall Mega. Dana juga mengabari Ishana bahwa ia sudah menunggu di Cafetaria lantai 4. Sebelum turun dari mobil, Ishana mewanti-wanti kepada Anjani dan Dimas untuk tidak mengatakan apapun masalah perjodohan kepada Dana. Anjani dan Dimas pun hanya bisa mengangguk. Mereka pun masuk ke Mall Mega dan langsung menuju ke lantai 4. Disana, akhirnya Ishana bertemu dengan Dana. Mereka pun berpelukan untuk melepas rindu. Anjani yang melihat itu pun berkata kepada Dimas. "Dim, adik lo kenapa bucin banget" ujar Anjani. Dimas memang hanya berbeda setahun dari Anjani dan Ishana. Saat ini Dimas berkuliah di salah satu universitas ternama di kota Bandung. "Yang pasti bukan gua yang ajarin" ujar Dimas. "Hai Bang, Hai Anjani" sapa Dana yang langsung disambut oleh Dimas dan Anjani. "Kita mau kemana dulu nih?" tanya Dana. "Beli make up dulu deh ya. Aku lupa bawa make up kesini hehehe" ujar Ishana. "Oke sayang" jawab Dana. Dana dan Ishana pun bergandengan tangan berada di depan Dimas dan Anjani. Anjani pun merangkul tangan Dimas. Anjani memang sering seperti itu kepada Dimas. Dulu saja, mereka sering dianggap berpacaran. Jika saja nama belakang mereka tidak ada kata Falisha, mungkin mereka sudah dikira berpacaran oleh banyak orang. Mereka berempat pun masuk ke toko make up. Anjani hanya melihat-lihat saja dan karena sudah lelah, Anjani pun duduk bersama Dimas. Ia duduk sembari meletakkan kepalanya ke bahu Dimas. Sementara itu, Ishana berkeliling bersama Dana. Tak beberapa lama, terdengar suara dari kursi dekat Anjani. "Kamu capek ya Jun? Kamu duduk disini aja dulu. Aku juga ga tau kenapa Abe lama banget ya datengnya. Ga papa kan nemenin aku cari make up dulu?" tanya cewek itu kepada cowok yang duduk di dekat Anjani. "Ya" jawab cowok itu sangat singkat. Ihhh amit-amit deh gua punya cowok kayak gitu. Irit bicara banget sih. Sok sok an. Batin Anjani. "Jani, gua udah selesai nih. Yuk cari dress buat lo" ujar Ishana kepada Anjani dan Dimas. Anjani dan Dimas pun mengikuti Dana dan Ishana, tanpa mereka ketahui cowok yang duduk di dekat Anjani tadi melihat dan mendengar pembicaraan mereka. "Juna, aku udah selesai. Ini katanya Abe ga bisa dateng. Apa kita reschedule aja ya?" tanya Calya. "Terserah, gua mau pergi dulu ambil titipan" ujar Arjuna. "Gua ikut ya Jun" ujar Calya yang tidak di dengar oleh Juna. Karena Juna langsung pergi begitu saja. Juna tahu, meskipun nanti dia berkata tidak, Calya tetap akan mengikutinya. Mereka berdua pun sampai di butik langganan Mama Arjuna. Ratna, sang pemilik pun langsung mempersilahkan Juna dan Calya untuk duduk terlebih dahulu karena ada tamu yang baru datang sebelum Juna datang. "Yang mana ya yang bagus Dim?" tanya Jani kepada Dimas. "Yang item bagus" ujar Dimas. "Ini bagus Shan?" tanya Anjani. "Topp Jan" jawab Ishana. Sementara Juna yang tadi sudah melihat mereka berempat pun terkejut ketika melihat mereka bertemu lagi. Ckckck cewek itu lagi. "Saya ambil yang ini ya" ujar Anjani, Ishana yang berjanji untuk membayarnya pun langsung pergi ke kasir bersama Dana. Meninggalkan Anjani dan Dimas yang sedang melihat gaun-gaun pengantin. Mereka berdua layaknya sepasang kekasih yang sedang memilih baju pernikahan untuk mereka berdua tersebut. "Bagus ya Dim" ujar Anjani. "Mau nikah sekarang wkwkwkw?" tanya Dimas. "Ya engga lah hahaha" jawab Jani. Mereka pun masih tertawa sampai sebuah suara menginstrupsi mereka berdua. "Masih lama ya Jun?" tanya Calya. "Lo yang mau ikut. Jadi jangan banyak omong. Kalo lo banyak omong mending lo balik aja lah. Masih punya ongkos kan?" ujar Arjuna yang langsung membuat Calya terdiam. Gila emang tuh cowok ya. Amit-amit banget deh dapet yang kayak gitu. Batin Anjani. Mereka berempat pun sudah selesai membeli dress dan meninggalkan butik tersebut. Saat ini pun Anjani masih memikirkan cowok tadi yang benar-benar tidak tahu akan etika sekali. Ia juga tidak bisa menghargai ceweknya yang tadi sudah ikut dengannya tersebut. Sedangkan Arjuna juga sudah mendapatkan titipan Mamanya. Setelah itu, Arjuna langsung pulang sendiri. Karena tadi Calya juga pergi dengan mobil sendiri. Sementara itu, Anjani, Ishana, Dana, dan Dimas, sebelum pulang mereka membeli minuman Boba terlebih dahulu. Setelah beberapa lama mengantri, akhirnya mereka pun mendapatkan minuman Boba tersebut. Tentu saja mereka pun sangat senang sekali saat ini. Saat ini sudah pukul 5 sore. Mereka harus segera pulang, karena acara makan malam nanti akan berlangsung pukul 7 malam, belum lagi mereka masih harus pergi ke restoran yang di pesan untuk makan malam mereka. "Sayang, aku harus pulang nih" ujar Ishana kepada Dana tersebut. "Yaudah sayang ga papa. Besok kita ketemuan lagi ya. Kan kita udah se kota sekarang hehehe" ujar Dana sembari mengusap lembut kepala Ishana membuat Ishana ingin menangis. "Iya sayang. Yaudah ya aku sama yang lainnya pulang dulu. Kamu hati-hati yaa, Love you sayang" ujar Ishana. Mereka pun berpisah di parkiran Mall Mega. Di jalan, Ishana menangis. Ia tidak tahu lagi jika nanti ia di jodohkan bagaimana nasibnya dengan Dana, lelaki yang sangat ia cintai. "Udah lah Shan, lo sekarang berdoa aja ya supaya ada malaikat yang nyelametin lo deh" ujar Anjani yang dibalas dengan anggukan dari Ishana. Mereka pun akhirnya sampai di rumah lagi. "Baru aja Opa mau hubungi kalian karena lama banget perginya. Gimana Ishana kamu udah dapat make up nya? Dan Anjani sudah dapet dress nya?" tanya Rangga. "Sudah Opa" jawab Anjani dan Ishana. "Ya sudah kalian mandi terus siap-siap. Nanti kita berangkat jam setengah 7" ujar Rangga. Mereka pun mandi dan ber siap-siap. Walaupun mereka tak akan siap dengan apa yang akan terjadi malam ini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD