“Iya, Ma. Dan Mama tahu tidak, tadi pagi Rehan ketemu lagi loh sama Om Baik. Kami bertemu di sekolah. Rehan seneeng banget bisa bertemu lagi sama dia. Soalnya Om itu ramah, terus keren. Rambutnya juga klimis dan yang paling Rehan suka adalah tubuhnya tinggi. Rehan saja kalah jauh tingginya sama Om itu,” tutur Rehan menceritakan tentang sosok Om Baik pada Alana. Dan Alana hanya mendengarkan sembari memasang wajah penasaran. Ucapan Rehan seakan menarik hati Alana bahwa sosok Om Baik itu memang sangat ramah dan penyayang pada anak kecil. Terbukti, hanya dengan dua kali bertemu saja Rehan sudah langsung menyukai sosok Om Baik yang ia ceritakan. “Kamu sudah tahu siapa nama Om Baik itu?” tanya Alana dan Rehan menepuk keningnya. “Aduh, Rehan lupa lagi mau tanya namanya, Ma. Kok Rehan bisa pelu