Bagian 28 - Perang

1208 Words

Anna merasa tidak nyaman, saat ranjangnya terasa sesak. Perasaan selama ini, meskipun ranjangnya agak sempit, dia tidak merasa se sesak ini. Apa ranjangnya berubah ukuran? Tentu saja tidak mungkin. Pasti ada yang salah. Dengan malas Anna membuka matanya yang masih setengah mengantuk, dan keberadaan Luke di sana, tentu saja membuatnya nyaris berteriak. “Luke, ngapain kamu di sini?” cicit Anna sambil memundurkan wajahnya. Bayangkan saja, posisi wajahnya dan Luke hanya berjarak beberapa senti saja. Bergerak sedikit saja. Bibirnya yang pernah Luke lecehkan saat masih kuliah dulu, pasti akan kembali bertemu dengan bibir lancang itu. Ternyata, hembusan nafas hangat yang menerpa wajahnya, bukanlah sebuah mimpi semata. Semua itu nyata. Luke tak bergeming. Dia setia menutup mata walaupun sebena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD