Kegelisahan Ayu sepertinya mulai surut. Malam ini dia mendapat panggilan dari Said. Padahal sudah hampir dua minggu Ayu tidak mendapatkan kabar dari Said sama sekali. "Maaf, Yu. Abang lama nggak kasih kabar," mulai Said. Suaranya terdengar serak. "Nggak papa, Bang. Abang gimana kabarnya? Udah di rumah ya?" "Baik. Iya. Sudah. Abang baru nyampe semalam. Tapi baru hubungi Ayu sekarang. Nggak papa ya?" "Iya, Bang." "Ayu. Gimana. Sehat?" "Iya, sehat." "Kata Rasti Ayu sering pergi jajan ke luar, ya?" "Hehe iya, Bang." "Jangan lagi, ya?" Ayu mulai mencari-cari alasan. "Habis Ayu pingin banget makan di sana. Abang juga kadang susah Ayu hubungi. Ayu mulai kesepian.” "Habis ini jangan pergi jauh-jauh lagi. Apalagi papamama nggak dikasih tau." "Iya." "Masih cukup duitnya?" "Masih, Bang