KAU CANTIK

1206 Words

"Mengapa kau berikan proyek kontruksi Babel pada Michele saja?! Aku mungkin bisa melakukannya jauh lebih baik!" Dante bicara dengan tatapan tajam dan intonasi yang menekan pada pria paruh baya di sampingnya. Moreno hanya menatap lurus ke depan sambil memegang cangklong nya di tepi garis jendela. Dia belum tertarik untuk menjawab pertanyaan konyol Dante. Melihat kediaman pria tua itu, Dante berdecak jengah. "Ck! Kurasa kau mulai pilih kasih sekarang. Kau lebih memilih Psikopat gila itu daripada diriku yang merupakan anakmu!" Teriakan Dante di samping telinganya membuat Moreno menoleh. "Mengapa kau marah-marah padaku?" Dante menggeleng frustasi, lantas mundur dari hadapan Moreno. "Aku putramu tapi kau lebih memilih Michele untuk mengurus proyek besar itu! Aku tidak terima!" Moreno ten

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD