Xaquille menginjak pedal gas dalam-dalam, mobilnya melesat di jalanan yang sepi perbukitan itu. Tangan kirinya mencengkeram setir dengan erat, sementara tangan kanannya memegang ponsel yang masih menampilkan panggilan tak terjawab dari Nixie. Pikirannya berputar-putar, membayangkan segala kemungkinan buruk yang mungkin terjadi. Nixie bukan tipe orang yang panik tanpa alasan, dan panggilan berturut-turut itu hanya bisa berarti satu hal, pasti ada sesuatu yang salah. Pertarungan antara dirinya dengan Sebastian dan anak buahnya tadi semakin membuat gusar Xaquille karena mungkin saja kedua orang tua Nixie membawa Nixie pergi dengan paksa. Lampu-lampu jalan yang berkelip-kelip melewati kaca depan seperti bayangan hantu. Xaquille merasakan detak jantungnya berdegup kencang, seiring denga