16 – MENDERITA SAMPAI AKHIR

1927 Kata

TAMPARAN itu membekas kemerahan di pipi kanan Tiffa. Ia sendiri bingung kenapa Ava bisa ada di sini dan tiba-tiba menamparnya padahal Tiffa tidak melakukan kesalahan. “Apa kau gila?!” Tiffa membentak kesal. “Kau yang gila!” balas Ava sambil menunjuk geram wajah Tiffa. Jari Ava kemudian berpindah menunjuk ke arah pintu VVIP, lalu meneruskan, “Kau pasti meracuni minuman Tuan Felip hingga dia bisa tidur denganmu, iya kan?!” tuduhnya. Kecemburuan membuat Ava asal menuduhnya, jelas-jelas yang berstatus korban di sini adalah Tiffa, tapi mengapa Ava malah memandangnya sebagai penjahat? “Aku tidak meracuninya,” bantah Tiffa. Ava tertawa remeh, “Hahaha! Lalu kau pikir pria itu secara suka rela bersedia menidurimu begitu?” sindirnya, sarkas. Lebih tepatnya memaksa menidurinya, tapi Tiffa tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN